Rabu, 04 September 2013

STYLISH


STYLISH

1 PETRUS 3:3-4

Apakah tampil cantik dengan komestik adalah perbuatan yang salah? Pernah ada zaman di mana perempuan dilarang tampil cantik dan berpakaian bagus, misalnya seperti di Roma. Di Roma perempuan dilarang tampil cantik dan berpakaian bagus karena sempat para perempuan kaya berjudi hanya demi dapat membeli kosmetik mahal dari India dan Timur Tengah. Di Cina juga sempat ada zaman di mana perempuan akan dihukum mati jika ketahuan menggunakan cat kuku/cutex di depan umum. Di Eropa juga sempat pernah ada zaman di mana mayoritas penduduk eropa meninggalkan kosmetik karena raja dan ratu membuat pernyataan publik bahwa pemakaian kosmetik adalah tindakan yang tidak pantas. Selain itu juga para petinggi gereja menyebarkan ajaran bahwa kosmetik hanya digunakan oleh kafir dan penyembah setan.

Surat 1 Petrus 3:3-4 sekilas juga menceritakan kepada kita bahwa sempat ada zaman di mana gereja melarang anggota jemaatnya yang perempuan untuk mengenakan perhiasan secara lahiriah, “Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,” (1 Pet 3:3). Mengapa gereja melarang hal tersebut? Surat Petrus dikirim untuk jemaat di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia (1Pet 1:1). Dalam jemaat tersebut banyak kaum istri yang lebih mengagung-agungkan bahkan menyombongkan perhiasan lahiriah. Mereka tidak peduli dengan inner beauty atau istilah Petrus adalah manusia batiniah, sehingga tidak ada rasa hormat dengan suaminya dan juga sesamanya.

Sekarang yang berusaha tampil cantik bukan hanya perempuan, laki-laki juga. Itulah sebabnya sekarang dikenal istilah lelaki metroseksual. Berpenampilan cantik boleh saja, tapi perlu diingat bahwa percuma cantik luarnya tapi tidak hatinya. Kita berdandan cantik bukankah agar orang lain dapat menerima kita? Nah bayangkan jika kita cantik luarnya tapi sombong hatinya? Siapa yang mau berteman dan menerima kita?

Manusia itu bukan terdiri dari tubuh saja tapi juga hati (perasaan dan pikiran).  Oleh karena itu, jika mau berdandan, berdandanlah secara holistik. Holistik artinya menyeluruh. Dandanilah seluruh diri kita, tubuh dan juga hati. Selamat berdandan.

 Nuryanto Gracia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar