Kamis, 21 November 2013

MENTAL KEONG



MENTAL KEONG
KEJADIAN 12: 10-20

“Mental keong” kata yang ini sering diberikan kepada manusia yang tidak berani mengambil resiko atau tidak berani melakukan sesuatu karena takut gagal. Padahal sesungguhnya penggunaan kata tersebut untuk orang-orang yang tidak berani mengambil resiko, kurang tepat. Keong masuk ke dalam cangkangnya bukan karena dia takut mengambil resiko tapi karena dia melihat ada bahaya di depannya. Itu adalah cara dia mempertahankan dirinya. Setiap binatang mempunyai cara untuk mempertahankan diri. Apakah menghindari diri dari bahaya adalah sesuatu yang salah? Tidak. Amsal 22:3 mengatakan, “Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka.” Berarti keong termasuk bijak, kan? Dia bersembunyi saat melihat malapetaka.
Menghindar dari malapetaka memang tidak salah, tetapi tidak berani mengambil resiko atau takut gagal adalah sebuah kesalahan. Apapun yang kita lakukan pasti ada resikonya. Bahkan saat kita tidak berani melakukan sesuatu karena takut mendapatkan resiko, sesungguhnya kita juga sudah mendapatkan resikonya yaitu tidak mendapatkan apapun.
Kita tidak bisa terhindar dari resiko hidup. Jangan kabur, hadapilah setiap masalah dengan bijak. Abraham (dalam Kejadian 12: 10-20) tidak berani mengambil resiko dengan mengatakan Sarai adalah istrinya, sehingga dia berbohong dengan mengatakan Saraui adalah adiknya. Abraham memang tidak mendapatkian hal buruk dari kebohongannya, tapi orang-orang di sekitarnya yang mendapatkan hal buruk tersebut.
Hadapilah tantangan yang datang. Jangan lari. Jika kita lari, bisa jadi orang-orang di sekitar kita yang mendapatkan hal buruk gara-gara kita. Jangan takut, Tuhan selalu menguatkan kita.

Nuryanto Gracia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar