Senin, 26 Agustus 2013

Firman Dalam Kehidupan

Firman Dalam Kehidupan

Kapan terakhir kalinya saudara belajar Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh? Kebanyakan dari kita mungkin belajar Firman Tuhan dengan sungguh pada saat mendapatkan pendidikan Katekisasi di gereja atau pada saat mendapatkan Pendidikan Agama Kristen (PAK) di bangku Kuliah atau pada saat mengikuti Pendalaman Alkitab (PA) di gereja beberapa waktu lalu. Memang pada hari Minggu kita belajar Firman Tuhan tetapi hari Minggu saja tidak cukup. Kita bersyukur GKI Kavling Polri memiliki PA Jemaat dan Ibadah Pengajaran dimana di sana Firman Tuhan dapat dikupas secara dalam sehingga jemaat dapat mengerti lebih jelas, lebih tajam dan lebih dalam Firman Tuhan. Selain di gereja kita ada juga orang Kristen yang rajin mengikuti seminar-seminar Alkitab selain di gerejanya. Ada yang mengikuti Sekolah Alkitab sekalipun tidak menjadi hamba Tuhan atau pendeta. Rasa lapar dan haus akan Firman Tuhan ini baik dan penting sebab dari sanalah kita akan semakin mengenal kebenaran dan hidup darinya.
Tetapi sayang bila Firman Tuhan yang sudah kita peroleh itu hanya dianggap sebagai sekedar pengetahuan. Kita tahu apa yang baik dan yang benar dilakukan menurut Firman Tuhan tetapi kita tidak melakukannya. Seperti para Imam dan Lewi yang melewati begitu saja saudaranya yang terluka karena dirampok dan dipukuli di jalan Yerusalem menuju kota Yerikho (Lukas 10:30-32). Padahal sebagai Imam tentunya ia tahu ajaran tentang mengasihi sesama dan sebagai Lewi, suku yang dikhususkan untuk melayani ibadah di Bait Allah, pasti paham bahwa manusia mesti menolong saudaranya yang sedang berada dalam penderitaan. Sikap mereka terhadap sesamanya memperlihatkan bahwa Firman Tuhan tidak ada hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. Sama seperti kita yang rajin beribadah dan tahu tentang mengasihi sesama namun bila kita suka berbohong, melakukan kekerasan pada keluarga, dan tidak peduli pada yang membutuhkan, Firman Tuhan itu jauh dari kita. Padahal dalam Ulangan 30:14, sesungguhnya Firman Tuhan itu dekat dengan kita, dapat kita dengar, dapat kita baca, dan dapat kita ucapkan dengan mulut sehingga diharapkan juga dapat kita lakukan.
Firman Tuhan dan hukum-hukum-Nya disampaikan pada manusia bukan untuk membuat manusia celaka dan putus asa tetapi untuk membuat kehidupan tertib dan demi kesejahteraan manusia. Hal inilah yang didoakan Paulus bagi jemaat di Kolose (Kolose 1:3-14). Paulus berdoa agar orang-orang Kristen di Kolose tetap berkomitmen menghidupi Firman Tuhan sehingga mereka dapat bertumbuh, berkembang dan menghasilkan buah dan Tuhan senantiasa menguatkan mereka. Hal ini juga diharapkan terjadi bagi orang-orang Kristen sekarang. Namun ada kalanya sebagai manusia kita alpa dan jatuh dalam dosa. Tetapi alangkah baik bila kita tidak menyerah dan berfokus pada Allah dan Firman-Nya. Kita tidak mengeraskan hati kita melainkan datang pada Allah sebab seperti kata Pemazmur bahwa Allah akan membimbing dan mengajarkan jalan-jalan-Nya pada kita (Mazmur 25:9).
Firman Tuhan bukanlah sesuatu yang jauh dan sulit dijangkau. Firman Tuhan juga bukan sesuatu yang ideal yang tidak dapat dilakukan manusia. Firman Tuhan itu sesungguhnya dekat dengan kita. Kesepuluh Hukum Taurat dengan berbagai rinciannya telah disederhanakan oleh Yesus menjadi Hukum Kasih. Kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama merupakan sesuatu yang praktis yang dapat kita kerjakan dan bukan konsep semata. Marilah kita tetap memelihara rasa haus dan lapar akan Firman Tuhan dan menjadikannya gaya hidup kita. Amin.

Febrita Melati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar